"Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian
yang telah mampu untuk
kawin, maka hendaklah dia menikah. Karena dengan
menikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih
menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu,
maka hendaklah dia berpuasa, karena sesungguhnya puasa
itu bisa menjadi perisai baginya" - (HR. Bukhori-Muslim)
Mungkin itulah yang saya dan keluarga
sibukkan beberapa hari belakangan ini, menghadiri acara pernikahan sepupu-sepupu yang berlangsung
secara beruntun, 4 orang sekaligus. Ada beberapa hal yang saya gak suka
tiap kali ke acara pernikahan :
Pertama : Ribet
Sejak sebulan lalu, mama sudah
mempersiapkan hal-hal yang dianggap layak dan patut untuk diperbincangkan
kenakan, mulai dari jilbab sampai ke sepatu, you know lah emak-emak,
kemana-mana gayanya nomer satu, anaknya juga dipaksa-paksa sampai akhir-akhir
ini setiap pulang dari acara nikahan muka pada gatel akibat gado-gado yang
dibuat tukang salon di muka saya, padahal udah dibilangin make-upnya jangan
tebel-tebel, tapi teteeeep aja. Grrrrr.. mungkin sebentar lagi jerawatan. Padahal menurut saya,
wanita bisa tetap cantik walau tanpa make
up. (jangan lirik lirik saya pehliiiissssss). Jadi wanita emang ribet, makanya saya gak pernah suka sama wanita.

